25 December 2015

CC PKI Mengucapkan Selamat Hari Natal. Damai ya Ummat!

Di pojok editorial Harian Rakjat, 24 Desember 1964--atau setahun sebelum penyembelihan besar-besaran terjadi--saya membaca ucapan Selamat Natal terakhir dari CC PKI untuk umat Kristiani di Indonesia.

Salah satu ciri dan isi terpokok daripada hari Natal, tulis editorial ini, adalah ajakan dan seruannya: Damai di Dunia.

"Dunia kita sekarang ini bukanlah satu dunia yang damai, tetapi yang 'gaduh'. Di Vietnam Selatan ummat Kristen tidak dapat merayakan hari Natal dengan suasana damai. DI Konggo demikian. Di mana2 imperialis menebarkan mesiu dan kemiskinan, dan mencegah ummat Kristen merayakan hari Natal menurut harapan agama mereka. Dan yang lebih keterlaluan lagi, ialah bahwa kedjahatan ini dilakukan kaum imperialis dengan sering2 menggunakan nama agama pula!" tulis PKI (yang tak beragama) ini.

Untuk memuluskan jalan cita-cita ummat Kriten dalam Natal itulah, kominis-kominis Indonesia ini menyerukan: "Marilah kita berjuang lebih hebat melawan segala ketidakadilan sosial, melawan imperialisme. Selamat Hari Natal, selamat berjoang!"




Dari luweng-luweng curam, dari galian pasir pantai yang gelap, muara Sungai Berantas, Bengawan, dan Ciliwung, Central Comite (CC) PKI mengucapkan selamat "Hari Natal" dengan harapan: "Bahagia bagi Umat Kristen Indonesia dalam merajakan Hari Natal 25-26 Desember. Semoga kebesaran Hari Natal ini lebih mendorong semangat perdjuangan untuk Persatuan Nasional dan Perdamaian Dunia". (Muhidin M Dahlan)