01 October 2014

Little Farm | Tiga Induk Petelur Cebolang

BANTUL (Kembaran, Kasihan) -- Ada tiga induk petelur di Little Farm, Dunia Ayam
Kembaran RT 02, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Ketiganya silih berganti bertelur. Pencatat hanya memberikan kode pada setiap telur yang dihasilkan di mana pada hari ke-14, telur-telur itu dimasukkan ke mesin tetas cap "cemani" (cepat mandiri idamanku, *duh nama mesin ini*).



Little Farm | Perjuangan 'Mentas' Cebolang Generasi Ketiga

BANTUL (Kembaran, Kasihan) - Tanggal 29 September, 30 September, dan 1 Oktober adalah tiga hari yang dibutuhkan bagi 11 telur cebolang generasi ketiga untuk mentas. Dan dari 11 telur itu, tak satu pun yang jadi telur busuk. Semuanya jadi baby ayam. Sebut saja 11 Baby Gestok.

Ke-11 telur itu diproduksi Misin White dan Binal-13. Untuk menghemat waktu, maka yang ditugaskan mengerami hanyalah Binal-13, sementara Missin White dipacu untuk terus bertelur dan bertelur.

Tugas Binal-13 hanya sampai pada hari ke-18; sementara pengeraman hari ke 19, hari ke 20, dan hari ke 21 diserahkan kepada mesin tetas cebolang.

30 September 2014

PKI Kalahkan Golkar di Museum H.M. Soeharto

Jika museum adalah ruang di mana ingatan diseleksi dari ribuan item peristiwa masa silam, maka Golkar adalah item yang sangat tidak ingin diingat di Museum H.M. Soeharto. Golkar yang menjadi partai paling berkuasa selama tiga dekade bersama dengan naik pasang dan stabilnya Soeharto di takhta kepresidenan menjadi tak ubahnya, maaf, sebutir upil di bawah laci di museum yang dibuka untuk publik pada akhir Agustus 2013 ini. 

Alih-alih Golkar, justru Museum H.M. Soeharto di Kemusuk, Sedayu, Bantul ini menempatkan PKI sebagai satu-satunya partai politik yang memberi latar dan narasi besar bagi kejayaan Soeharto. PKI dan logonya palu arit, baik dalam bentuk diorama maupun desain klipingan koran di dinding museum biografi ini mendapatkan hampir 50 persen tempat. PKI menjadi pal dasar bagi sebuah loncatan terbesar dalam sejarah politik hidupnya; dari seorang serdadu yang dibesarkan dalam keluarga ulu-ulu di Kemusuk, Bantul, Yogyakarta menjadi penguasa yang paling kuat di Asia Tenggara.

Masuklah di beranda perpustakaan Museum H.M. Soeharto. Tak satu pun buku sejarah Golkar Anda temukan di dalamnya. Selain enam jilid kronik prestasi pembangunan, sejumlah biografi yang menjunjung nama dan prestasi pembangunan Soeharto, 20 jilid buku kliping tentang lini masa pemerintahan Soeharto yang terbit pada 2008, buku tentang PKI-lah yang menempati deretan terbanyak. Bahkan lima jilid Sejarah PKI versi Angkatan Darat dalam cetak luks bisa dibaca leluasa oleh semua umur. 

27 September 2014

Kultur Bahari

Sejak debat capres hingga Joko Widodo menjadi presiden terpilih, wacana kemaritiman mengalami pasang naik. Apalagi, salah satu titik utama perhatian Jokowi adalah membangun poros maritim sebagai kekuatan ekonomi baru Indonesia.

Yang terjadi kemudian nyaris istilah maritim menjadi kata tunggal untuk membahas apa pun soal laut. Padahal, istilah maritim hanya berkait dengan jalur perniagaan dengan menggunakan lintasan/pelayaran laut. Karena itu titik berat maritim adalah segala sesuatu yang terkait dengan tata kelola niaga laut seperti ketersediaan dermaga-dalam yang representatif dan penambahan kapal “tol/petikemas” laut. 

23 September 2014

Kultur Kelontong

Ribut-ribut soal “kebudayaan” itu meletup lagi. Kali ini bukan “tetangga-sebelah” penarik pelatuknya, melainkan pemangku dalam negeri sendiri. Kira-kira pemangku negeri yang pos di tiga kementerian itu bilang (1) tak ada sumbangan kebudayaan itu pada kehidupan negara dan bangsa; dan karena itu (2) kebudayaan hanya memboroskan anggaran.
Pelaku kebudayaan tentu saja sewot dengan pernyataan yang menyepelekan dan mengabaikan itu. Sewot itu melahirkan petisi di dunia daring. Dua kalimat pemicu melahirkan gema sumbang yang jauh.

22 September 2014

Kantor Pos dan Distribusi Buku Ajar

Ini solusi Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim untuk menyelesaikan urusan distribusi buku ajar Kurikulum 2013 (K-13): gandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan. 

18 September 2014

Buku-Ajar

Buku-ajar bisa pula disebut buku teks, buku pokok, atau buku paket yang digunakan di sekolah (SD-SMA). Buku ini disediakan pemerintah dan diorganisasikan Pusat Perbukuan (Pusbuk) yang penulisan dan kontrolnya melibatkan pakar perguruan tinggi dan guru-guru di sekolah.

Buku-ajar Kurikulum 2013 (K-13) inilah yang menghebohkan publik perbukuan 2013-2014; bukan saja dari sisi konten, tapi juga distribusi. Enam triliun dana APBN yang dikucurkan untuk penggodokan K-13, pelatihan guru, penulisan buku, pencetakan, dan distribusi.
 

Dari segi konten buku, muncul letupan-letupan dari masyarakat; mulai dari isi yang vulgar, rasial, dan asal comot cerita tanpa izin dari penulis-asal. Letupan ini muncul mengindikasikan bahwa kontrol awal dan akhir buku-ajar ini tak berjalan semestinya. Kontrol awal dari penulis rendah barangkali karena dikejar target yang pada akhirnya mengambil jalan pintas; asal comot dari internet.

16 September 2014

Dari Ali Hingga Ahok: Politik Galak Jakarta

Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok itu galak: galak kepada pegawainya, galak kepada DPRD, galak kepada preman pasar, dan galak kepada partai pencuil kedaulatan rakyat. 

Tapi soal pemimpin dengan politik galak, DKI Jakarta punya pengalaman. Tidak banyak. Hampir lima dekade silam Jakarta diperintah dengan cara yang galak oleh Ali Sadikin. Itu bukan sekadar kesan warga dan aparatus birokrasi. Bahkan Presiden Sukarno pun mengakui karakter bawaan Ali itu tahun 1966 ketika ditanya apa yang ditakuti dari Ali Sadikin: "Ali itu orang keras!"

14 September 2014

Dari Pustaka Adisoerjo ke Aditjondro

“Pustaka Aditjondro” adalah nama ruang koleksi di Indonesia Buku setelah 8 tahun memiliki ruang “Pustaka Adisoerjo”. Pustaka Adisoerjo (soerjo=mentari) adalah koleksi seluruh karya lengkap perintis jurnalistik nasional Tirto Adhi Soerjo seperti Medan Prijaji (1907), Soeloeh Keadilan (1908), Poetri Hindia (1908), dan sekaligus seluruh dokumentasi pers Indonesia dari masa ke masa. Karena itu gudang kerja kliping dan riset arsip Indonesia Buku berlabel “Pustaka Adisoerjo”.

10 September 2014

SBY dan Buku

Bagi Presiden SBY, buku itu penting. Termasuk rumah buku, yakni perpustakaan. Maka itu, Ibu Negara via Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (Sikib) ditugaskan membuat Rumah Pintar di pelbagai penjuru Nusantara. Jumlahnya sudah lebih dari setengah juta unit. Terkadang, dari segi bangunan, Rumah Pintar jauh lebih kinclong ketimbang gedung Perpusda yang tampak kusam dan kelelahan berhadapan dengan zaman.

Bagi Presiden SBY, buku itu mahkota seorang pemimpin. Maka ketika pulang dari muhibah keluar negeri mewakili negara dan bangsa, ia kerap singgah di toko untuk membeli beberapa buku penting tentang politik, manajamen kepemimpinan, dan biografi.