26 July 2016

Karl Marx: Demi Cewek, Ia tak Segan Berduel hingga Alis Matanya Terluka

Apa lagi yang Anda harapkan dari seorang pemuda usia 19 tahun. Pemburu cewek, anggur, dan menyanyi. Belum genap 20 tahun itu telah mengumumkan dirinya sebagai seorang ateis dan subversif.

Kutipan ini menunjukkan bahwa Marx bukan hantu. Ia adalah seperti remaja dengin desir darah seumumnya. Mabuk juga. Pemburu cewek juga. Nyanyi juga.

Seperti halnya remaja badung pada umumnya, tentu saja ia emoh ke gereja dan mulailah disandangnya tudingan: Subversif. Di usia berapa? Di usia 20 tahun!


24 July 2016

Sukarno dan Olimpiade: Sumbangan Kiri Indonesia untuk Dunia

Tak ada gelora apa-apa saat atlet-atlet Indonesia berangkat atas nama negara ke gelanggang Olimpiade Rio de Jeneiro, Brasil. Berlaga di pentas olahraga internasional yang menjadi induk dari seluruh arena adalah sebuah kebanggaan. Bukan hanya atlet dengan target mendapatkan panggung dan medali, tapi juga memundaki kehormatan bangsa dan negara. Olimpiade adalah perjumpaan seluruh bangsa yang mendiami planet bumi dalam satu momentum bersama yang bernama olahraga.

Memang, menjadi aneh ketika ingar-bingar dan harapan mencucuk langit tak pernah lagi kita temui saat atlet-atlet terbaik nasional di pelbagai cabang olahraga keluar dari pintu keberangkatan bandar udara Soekarno-Hatta untuk mengambil peran di panggung olimpiade. Ketiadaan prestasi dan olahraga yang dimaknai sebagai rutinitas belaka sebagai bangsa menjadikan keberangkatan ke olimpiade tak ubahnya sekadar menggugurkan hak berpartisipasi.

Di gelanggang olimpiade, bukan saja minim prestasi, tapi kita tunasemangat sebagai bangsa besar yang pernah mengagendakan sebagai negara yang disegani di bidang keolahragaan, sejajar dengan Tiongkok, Korea, Rusia, hingga Amerika Serikat.
Izinkan saya "mendongengkan" sebuah masa di mana Indonesia, tak hanya menebal-nebalkan mimpi dengan memperpanjang tidur di gelanggang olahraga dunia, tapi juga menyusun langkah-langkah taktis dan mendasar yang dimulai dari mental yang disebut Presiden Sukarno "sport-minded".

21 July 2016

Kumis Turki

Kudeta Turki di Jumat keramat pekan ketiga di bulan Juli memang sudah gagal. Faktanya: Presiden Recep Tayyip Erdogan kembali ke tampuk kekuasaannya yang diikuti penangkapan, pemenjaraan, dan pembunuhan terorganisasi atas semua lawan politiknya. 

Dan, warga negara Indonesia--juga dunia--kaget dan gaduh atas malapetaka politik di Turki.

Saya tak terlalu kaget ketika warga (Muslim) Indonesia kaget, ribut, riwil, atau entah apalah sebutannya saat berhadapan dengan frase "Turki". Sebab secara historiografi, Indonesia memiliki memori yang unik atas negara perbatasan Eropa dan Asia ini. Keunikan posisi Turki ini dalam memori (orang) Indonesia bisa disandingkan dengan relasi kulturalnya yang harmonis dengan negara perbatasan benua lainnya (Asia dan Afrika), Mesir.


Apa yang disumbang Turki untuk aksi pro kemerdekaan Indonesia? Tentu saja gagasan pan-islamisme yang disadur pemikir cum pelaku pergerakan nasional awal. Tirto Adhi Soerjo, bapak dari para bapak bangsa, di Pembrita Betawi sejak awal abad sudah berteriak untuk berkiblat ke Turki. Koran bertarikh 16 April 1902 itu memuat kronik yang disusun Tirto betapa Turki dengan gagasan besar pan-islamisme bisa menjadi ilham bagaimana membangun pangkal konsolidasi kekuatan pribumi lewat cara baru yang berbeda sama sekali dengan jalan Diponegoro yang melahirkan Java Oorlog.

13 July 2016

Guru Sang Peng(h)ajar

Peristiwa yang mendudukkan guru sebagai pesakitan di Jawa Timur menarik gerbong perhatian publik nasional. Para guru menunjukkan solidaritas yang kukuh bahwa metode mendidik mereka kepada anak didik yang ”bermasalah” tidak layak dikriminalisasikan.

Bahkan, ada meme (baca: mim) yang menyerang balik orang tua murid di media sosial yang menjadi viral: jika tak mau anak dididik, bikin sekolah sendiri, (h)ajar sendiri, buatkan ijazah sendiri.

Sekilas pesan meme yang dibagi banyak guru tersebut benar, tapi menunjukkan pandangan atas konstitusi yang kian mengalami rabun jauh. Sekalipun para guru pembela guru yang ”ringan tangan” itu mogok dari seluruh sekolah, kewajiban negara untuk menyediakan sekolah yang layak dan guru yang baik bagi warga negara tidak akan berkurang sedikit pun karena UUD mengamanatkannya demikian.

Jadi, marilah berpikir lebih jernih. Peristiwa yang menghebohkan tersebut bisa jadi adalah gunung es kekerasan yang selama ini terus-menerus diproduksi dan dipraktikkan dalam institusi sekolah kita. Peristiwa guru mencubit murid itu seharusnya tidak menjadi aksi balas dendam para guru di media sosial yang bersekutu meng(h)ajar balik murid-murid nakal.

05 July 2016

Comite Central PKI Mengucapkan Selamat Hari Raya 1 Sjawal

Inilah isi ucapan resmi CC PKI terkait perjumpaan Hari Raya dan Hari Buruh pada 1 Mei:

Central Comite Partai Komunis Indonesia 
menyampaikan selamat kepada seluruh kaum buruh dan Rakyat pekerja Indonesia berhubung dengan hari 1 Mei, hari persatuan dan kemenangan kaum buruh. Hidup persatuan kaum buruh!

Central Comite Partai Komunis Indonesia mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1376 H kepada Rakyat Indonesia yang beragama Islam.

Hidup kerjasama dan persatuan seluruh Rakyat Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam aliran keagamaan dan politik!


Jakarta, 1 Mei 1957, 1 Syawal 1376

Central Comite
Partai Komunis Indonesia
Sekretaris Jenderal

(D.N. Aidit)

04 July 2016

Jurnalistik dan Sepak Bola

Di setiap pertandingan akbar sepak bola, baik levelnya dunia maupun benua atau bahkan laga ter-domestik (tarkam), jurnalistik adalah pilar penting. Di antara teriakan dan dengung suara parau suporter sepanjang pertandingan, di sana ada jurnalis yang duduk tekun mengamati, mencatat, memotret, merekam. 

Serupa pertapa, jurnalis dengan jumlah yang minimalis dan duduk di beberapa sudut lapangan itu dengan segala peralatan yang melekat di tubuhnya menjadikan sepak bola bergemuruh ke seluruh dunia. Bahkan, membuat panik penduduk yang berada di pojok negeri dengan jalanan makadam dan berlumpur di mana asupan listrik yang minimalis dan tangkapan sinyal parabola menjadi cerita menyedihkan.

Sepak bola dengan jurnalistik menjadikan dunia tahu Cristiano Ronaldo menjadi manusia setengah dewa bagi bocah di Aceh yang saat berseragam Portugis di Euro 2016 dan nyaris seuruh Piala Dunia yang dilewatinya selama ini terus menampilkan performa yang melempem ketimbang saat mengenakan jersey klub.

04 June 2016

Warisan Kiri yang Siap Dihancurkan!

Ketika di bulan Mei sekelompok ormas dan didukung segelintir purnawirawan TNI seperti Kivlan Zen menuding-nuding patung warisan komunis di jantung ibu kota Jakarta.

Patung yang lebih dikenal publik dengan "Tugu Tani" itu terletak di lingkaran strategis. Pertemuan antara Menteng-Cikini, Senen, Thamrin, dan Gambir. Patung pak tani bercaping dengan membawa senjata laras panjang dan bu tani membawa bakul ini berdiri di area yang luas dan di bawahnya bunga-bunga berbagai warna penyerap karbondioksida tumbuh subur.

Tudingan bahwa ini patung kiri adalah benar adanya. Patung karya seniman Manizer Bersaudara ini adalah sumbangan Uni Soviet kepada Indonesia. Bahkan pada saat diresmikan pada 1963 oleh Sukarno, tampak hadir Wakil Perdana Menteri Anastas Mikoyan.

14 May 2016

Kejaksaan yang tak bisa move on, baca ulang tuh surat kebirimu dari MK. Dasar parasit buku!

Bunyi berita dari Jogja:

Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta menyita sebuah buku berjudul Sejarah Gerakan Kiri Indonesia untuk Pemula. Buku itu disita dari penjual di toko buku Shopping Center, Yogyakarta. Buku dianggap memutarbalikkan sejarah terkait Partai Komunis Indonesia (PKI).

Asisten Intelijen Kejati DIY, Joko Purwanto, mengatakan, buku setebal 528 halaman yang ditulis 32 orang itu disertai ilustrasi provokatif perihal pembantaian yang terjadi sekitar tahun 1965. "Arahnya untuk mempengaruhi anak-anak muda soal ajaran itu (komunisme)," kata Joko, Jumat, (13/5/2016).

BACA JUGAJokowi Minta Penertiban Paham Komunis Tidak dengan SweepingJK: Lagu Genjer-genjer Menyakiti TNIJK: Paham Komunis Sudah Gagal Joko mengungkapkan, buku yang dibeli seharga Rp200 ribu keluaran penerbit Ultimus tersebut tak hanya dijual melalui toko buku. Namun juga secara daring.

Menurutnya, penjual sudah kehabisan stok dan menduga buku itu sudah beredar di masyarakat. "Penjual buku itu menyediakan pemesanan," kata dia.

Bagi para penjual buku aliran kiri, lanjut Joko, tak akan ada langkah hukum dari aparat. Namun, kejaksaan memberikan peringatan agar tidak menjual buku serupa kembali. Sementara, buku yang telah disita tersebut akan dilaporkan ke Kejaksaan Agung.

* * *

Plis deh Kejaksaan. Masih ingat tarung drajat di Pengadilan Mahkamah Konstutisi sejak awal Januari hingga Oktober 2010?! Kewenangan situ dikebiri Mahkamah Konstitusi. Nggak kek dulu-dulu lagi, asal sensi, sita. Asal ada ormas lapor, sweeping. Lalu bakar bareng-bareng.

Wewenang kelian sudah awu-awu, sudah dianu-anu. Menyita, merampas, lalu membakar bersama-sama sudah tak punya landasan hukum. Masak lupa sih.

12 May 2016

Debat Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu vs Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid

Namanya Ryamizard Ryacudu. Jabatan: Menteri Pertahanan RI.

Namanya Hilmar Farid. Jabatan: Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Keduanya adalah aparatus birokrat yang bekerja membantu presiden yang sama: Ir Joko Widodo.

Tema debat: Pancasila, Tuhan, Kominis, dan Hal-hal Merampas Lainnya. Panggil keduanya di Istana Merdeka. Disiarkan secara LIVE oleh dua televisi-berita, live blog oleh web goal.com, serta live tweet oleh selebitas twitter yang ada di barisan penjabat BUMN Bapak Presiden RI Ir Joko Widodo.

Pancingan bisa dimulai dari kutipan kata-kata keduanya yang saling sikut, penuh sangkalan, dan saling membanting.

Marhaban Ya Sweeping Buku Kiri

Dampak dari Pengadilan Rakyat Internasional atau International People's Tribunal untuk korban pembantaian massal 1965 di Den Haag, Belanda (10-13 November 2015) melahirkan sebuah simposium terpenting sejak Orde Harto tumbang. Simposium Tragedi 1965 di Jakarta pada 18-19 April itu tak saja menunjukkan respons positif pemerintahan Jokowi atas pelanggaran berat HAM masa lalu, tapi juga menjadi panggung untuk melihat bagaimana elite politik dan para jenderal berpikir dan berkata-kata.

Salah satu kutipan paling penting dalam 18 tahun Reformasi berjalan saya kira yang diucapkan jenderal berdarah panas yang juga menjabat Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu: “Pancasila adalah ciptaan Tuhan”. Konteks ucapan itu adalah semua takfiri Pancasila mesti menyingkir sejauh-jauhnya jika ingin berhadapan dengan laskar dan jenderal-jenderal titisan Tuhan. Dan setelah itu, meledaklah di media sosial agitasi gerakan sapu bersih. Salah satunya isu sweeping buku.

Saat diskusi buku Ideologi Saya adalah Pramis di pergelaran “Jogja Itoe Boekoe” di pekan pertama Mei di UIN Sunan Kalijaga, Cak Udin (santri lapak buku murah) menceritakan pengalamannya yang tak tersebar luas ke media massa. Saat membuka lapak bertajuk “Buku Murah” di Gresik dan Pare-Kediri, Jawa Timur, semua buku kiri yang dijualnya dengan modal pas-pasan disikat dan diambil begitu saja oleh aparat yang katanya sudah mendapat mandat dari “atasan”.