18 November 2008

This book is recommended to read

::rengganis

Ini gara-gara provokasi teman, makanya ak beli novel karangan Muhidin M Dahlan. Dalam promosinya temenku bilang ada novel keren, kisah nyata dan settingnya di Gunungkidul. Aku kalo udah denger2 yang berbau Gunungkidul langsung gimana gitu heheheh

Tapi cukup lama aku nyari novel ini, karena memang sempat diberedel dan menghilang begitu saja. Harus nyari dan ngubek2 loakan buat dapetin novel ini. Kenapa kemudian diberedel??? Yah karena dengan gamblang novel ini menggambarkan “ pemberontakan” mahasiswa di Kampus yang terkenal dengan kampusnya orang baik-baik yang berakhlak mulia di Yogyakarta.

Tapi, beruntung pas lg main di tempat temen di Yogyakarta aku liat itu novel yang sudah kumuh, halaman demi halaman udah rontok gak melekat lagi. Kalo dibuka byak dipastikan kertas-kertas akan beterbangan. Ak baca ngebut karena sehari mesti kelar, gak boleh dipinjam dan dibawa pulang. Aku maklum, lha wong nyarinya aja sulitnya minta ampun…. Aku baca halaman demi halaman… Novel ini menarik karena memuat protes pada realitas sosial yang sarat pada kemunafikan. Di sini, diceritakan pergulatan seorang perempuan dengan idealisme tinggi, namun akhirnya menemukan kemunafikan yang luar biasa dalam pertemuannaya dengan berbagai orang yang selama ini mengatasnamakan agama, akhlak, idealisme…

Nidah Kirana, cewek asli Gunungkidul sebagai tokoh utama digambarkan sebagai muslimin yang taat, tubuhnya tertutup jubah dan jilbab besar. Hampir semua waktunya dihabiskan untuk shalat, baca Al Quran, dan berzikir… Tapi di tengah jalan ia diterpa badai kekecewaan. Organisasi garis keras yang mencita-citakan tegaknya syariat Islam di Indonesia yang diidealkannya bisa mengantarkannya ber-Islam secara kaffah, ternyata malah merampas nalar kritis sekaligus imannya. Setiap tanya yang dia ajukan dijawab dengan dogma yang tertutup…

Kesadarannya memberontak ketika banyak hal yang ditemuinya saling bertentangan. Dalam kekecewaannya, Nidah berkelana. Berpetualan dari satu organisasi ke organisasi lain. Dia berontak pada "Tuhan"nya dengan caranya. Mulai mencoba merokok , mencicipi narkoba, sampai akhirnya berpetualang pada satu pria ke pria lainnya. Dan pertahanan diri yang lemah mendorongnya untuk memenuhi hasrat nafsu manusiawinya, BERCINTA,BERSETUBUH dengan dalih pemberontakan.

Hal ini yang menjungkir balikkan lagi keyakinan dan kepercayaannya. Yang tampang ustadz, menidurinya, yang seniman menidurinya, yang aktivis menidurnya. Dalam suasana hati yang luluh lantah, kepercayaannya pada laki-laki, perkawinan,dan cinta pun menjadi Nihil.

Dan dengan perasaan marah, kecewa, dia berusaha untuk bangkit dan tak mau kalah. Maka dicarinya pembenaran-pembenaran yang dapat menguatkan hatinya. Hingga dia pun dapat berdiri tegak, mengangkat dagu, dan menantang dunia, tuhan, dan realitas. Nidah menasbihkan diri untuk melacurkan diri. Sebagai bentuk pemberontakannya pada Tuhan terkasihnya

This book is recommended to read, apalagi katanya…ini kisah nyata lho. Di Gramedia novel ini sudah dipajang dengan editan disana sini.

3 comments:

Anonymous said...

heran deh katanya "recommended to read" tapi koq ga dikasih tau judulnya??
TUHAN IJINKANLAH AKU JADI PELACUR...
itukan judulnya??
udah baca sih dari dulu, tapii apa iya beneran kisah nyata??

Muhidin M Dahlan said...

iya, judulnya Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur....

Sy tak perlu memberitahumu apa ini fakta atau fiksi. Apa bedanya sih fakta dan fiksi untuk saat ini? Kamu seperti tak percaya bahwa soal seperti yang diceritakan dalam buku ini hanya hayalan belaka dan tak ada dalam kenyataan sosial. Padahal data-data kronik peristiwa yang sy punyai menunjukkan bahkan terkadang fiksi kalah jauh bersaing dengan fakta-fakta yang sesungguhnya.....

IWANKA said...

Mengapa buku ini sempat dibredel?